35+ Contoh Pantun Jenaka Untuk Pendidikan Anak dan Hiburan

Pantun banyak macam dan jenisnya.
Ada pantun nasehat. Berisi nasehat-nasehat dan wejangan kehidupan.
Ada pula pantun agama. Yang isinya merupakan pengajaran agama.
Selain itu ada juga pantun cinta. Tentunya berisikan hal-hal yang berhubungan dengan cinta.
Pantun sendiri merupakan salah satu bentuk puisi lama.
Dan merupakan bentuk puisi lama yang masih hidup hingga sekarang.
Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa sangat menyukai pantun.
Sekarang mari kita belajrar pantun jenaka.


Pengertian Pantun Jenaka





Pantun jenaka adalah pantun yang berisi hal-hal lucu atau jenaka dengan tujuan untuk menghibur.
Sehingga ketika dibacakan, para pendengar merasakan suasana riang gembira.
Pada pantun jenaka klasik, biasanya menceritakan hal-hal yang berhubungan dengan binatang. Kenapa demikian?
Karena anak-anak di zaman dahulu sangat terbiasa mendengarkan dongeng tentang binatang. Baik dari orang tua maupun dari yang lainnya.
Sehingga ketika dibacakan pantun jenaka yang menceritakan kelucuan binatang, mereka langsung merasakan kelucuannya.


Kalau kamu suka dongeng, pasti kami mengerti maksud pantun jenaka ini.





[1]
Di sana kosong di sini kosong,
Tidak ada batang tembakau.
Bukan aku berkata bohong,
Ada katak memikul kerbau.
[2]
Kalau ketam pergi ke rawa,
Lintah turun ke dalam kali.
Kalau monyet sedang tertawa,
Mukanya pasti lucu sekali.
[3]
Bambu rotan dibuat kursi,
Rumput ilalang menjadi atap.
Sejak ayam jadi polisi,
Banyak elang yang tertangkap.
[4]
Asam kandis asam jawa,
Satu peti dalam kereta.
Walau nenak sudah tua,
Hati atuk tetap cinta.
[5]
Laba-laba dalam gua,
Kalau terbang terdengar bunyi.
Nenek sedih jadi tertawa,
Melihat kakek sedang bernyanyi.


Pantun jenaka zaman sekarang yang mudah dimengerti.





Beberapa bait pantun di bawah ini pasti mudah dimengerti. Karena bahasanya sesuai dengan bahasa zaman sekarang.
Begitu pula dengan isinya. Terkandung lelucon lucu yang biasa dibawakan anak-anak sekolah.
[6]
Pintu hancur dinding belah,
Bola satu jatuh ke kolam.
Terburu-buru ke sekolah,
Lupa hanya pakai celana dalam.
[7]
Pahlawan perang lawan Belanda,
Kakek santai baca koran.
Memang dia rada-rada,
Kepala botak sukanya sisiran.
[8]
Jendela kaca mudah pecah,
Kunci rumah dibawa sopir.
Badan gemuk kaya gajah,
Kalau kentut kaya petir.
[9]
Burung hinggap di atas tiang,
Terbang satu melayang-layang.
Badan kurus makin peyang,
Ditiup angin pasti goyang-goyang.
[10]
Ulat tua jadi kepompong,
Ada satu dekat sumur.
Ada enaknya bergigi ompong,
Kalau tertawa sambil menyembur.


Pantun jenaka di bawah ini lucu tapi mendidik kita untuk menjaga kebersihan.





Kalau kamu sudah di bangku SMP, pastilah kamu belajar pantun juga.
Bukan hanya sekedar lucu, pantun jenaka yang kamu buat harus ada unsur pendidikannya.
Pantun jenaka juga bisa memiliki berbagai tema. Mulai dari tema lingkungan, kebersihan, disiplin, tanggung jawab dan lain sebagainya.
Seperti kumpulan pantun jenaka di bawah ini.
[11]
Sudah malam nyalakan lampu,
Buku di lemari acak-acakan.
Katanya kelas sudah disapu,
Kenapa sampahnya masih berserakan.
[12]
Ranting tua mudah patah,
Badan sakit minumlah jamu.
Ayo kita bersih-bersih sekolah,
Sebersih cintaku kepadamu.
[13]
Lepas burung dari tangan,
Burung merpati makan ketan.
Yang membuang sampah sembarangan,
Mungkin pacarnya orang utan.
[14]
Jangan suka mengambil kelapa,
Banyak semut di pohonnya.
Jangan suka menanam cinta,
Lebih baik menanam bunga.
[15]
Sungguh segar minum selasih,
Minum selasih di waktu siang.
Semenjak kamu hidup bersih,
Hatiku ini semakin sayang.



Pantun jenaka anak muda ini bisa bikin ketawa.



[16]
Kereta berangkat ke kota solo,
Berhenti sebentar makan durian.
Sungguh susah nasib jomblo,
Orang bermesraan aku gemetaran.
[17]
Bunga layu genggam di tangan,
Balon diisi semakin ringan.
Kalau pergi ke tempat kondangan,
Hati sedih lihat yang gandengan.
[18]
Katak rawa pandai melompat,
Getah karet memang lekat.
Aku tidak butuh coklat,
Yang kubutuhkan kita akad.
[19]
Adat bestari suku Melayu,
Takkan hilang badai melanda.
Ada orang datang merayu,
Yang dirayu ternyata janda.
[20]
Air naik tinggi sebetis,
Kena air tumbuh kudis.
Aku ini orangnya romantis,
Kalau makan ingin gratis.


Pantun jenaka anak sekolah untuk lucu-lucuan.



Sekarang kita belajar lagi pantun jenaka untuk berkelakar atau lucu-lucuan.
Coba pantun mana yang bisa kamu hafalkan.
[21]
Memang indah burung gelatik,
Perut lapar rasa kempong.
Kamu itu memang cantik.
Cantik-cantik giginya ompong.
[22]
Belalang kupu jadi kepompong,
Anak kucing main di kolong.
Masih kecil giginya ompong,
Mirip dengan nenek rempong.
[23]
Ayam bangun masih pagi,
Cahaya hilang terlihat kelam.
Jangan malas sikat gigi,
Sikat pagi dengan malam.
[24]
Mari main undur-undur,
Lalat kecil namanya laler.
Ada anak suka tidur,
Kalau tidur sambil ngiler.
[25]
Daun hijau daun lontar,
Beli kecap gambar bango.
Katanya kamu pintar,
Ditanya planga plongo.


Pantun jenaka berkelakar untuk anak-anak SD, SMP, dan SMA



Nah, sekarang saatnya bermain-main dengan pantun.
Karena pantun di bawah ini adalah pantun jenaka untuk berkelakar.
[26]
Kue poci dalam nampang,
Cari daging dapat tulang.
Percuma wajahnya tampan,
Belajar malas bukan kepalang.
[27]
Angin beliung suka berputar,
Angin kencang namanya topan.
Untuk apa otaknya pintar,
tapi orangnya tidak sopan.
[28]
Walau kulit banyak duri,
Buah durian sedap sekali.
Kamu itu seperti bidadari,
Tapi sayang malas mandi.
[29]
Minum sirup dari gelas,
Ambil kue, kue talas.
Semua bersihkan ruang kelas,
Kecuali monyet yang malas.
[30]
Mata kecil bulunya lentik,
Bercahaya seperti lampu.
Walau kamu wajahnya cantik,
Untuk apa tak bisa nyapu.


Inilah pantun jenaka pendek dan singkat. Gampang banget diingat-ingat.





Suka berpantun tapi belum bisa bikin pantun?
Nih sekarang ada kumpulan pantun jenaka yang pendek. Kadang disebut dengan pantun karmina.
Coba saja hafalkan. Mudah karena pantunnya sangat singkat.
[31]
Baju batik ada di kolong
Kamu cantik tapi ompong
[32]
Jual kresek di hari senin
Kamu pesek tapi ngangenin
[33]
Di pasar banyak pepesan
Sudah besar kok ingusan
[34]
Orang Batak makan pukis
Kepala botak suka menangis
[35]
Dua itik makan lembat
Walau cantik datangnya terlambat
[36]
Lompat-lompat ikan sepat
Kelas empat mirip ketupat
Nah segitu dulu ya. Kalau masih mau, bisa lihat kumpulan pantun nasehat dan jenaka. (23/323/io)

Related Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel